Wednesday, December 3, 2014

#10

Bolehkah saya berkata-kata? Dengan aksaraku yang tak sempurna. Dengan lidahku yang mulai kelu. Dengan hatiku yang berdebar. Dengan kaki-kaki yang lelah berdiri?

Depan dan belakangku hanya hitam,
Aku dibawah cahaya abu.
Jelas tak bisa melihat kemana lagi melangkah,
Tapi aku tepat di atasnya.
Aku gerah ingin berlari.
Tak bisa lagi diam disana.
Menyimpan saja rasa.
Membuang sia-sia emosi?
Hah, pun tak ada yang lihat.
Bahkan kau yang berdiri menyejajari,
Hanya mematung, asik sendiri.
Sungguh aku akan berteriak!
Kataku, namun kau diam.
Sungguh aku akan lari!
Lagi, namun kau hening.
Sungguh aku akan pergi!
..lalu benar aku pergi,
Kemudian kau berlari.
Menangkap aku yang separuh tinggi.
Padahal langit hampir biru..
Tapi kau janjikan aku bintang.
Dari dalam samudera.
Yang kudapat hanyalah
Sepenggal asa saja.

Sunday, September 28, 2014

#9

The truth is, if people could see what's really happen inside my head, they would all go away.

Because.. I'm thinking a lot.
I'm thinking TOO MUCH.
Everything's playing inside my head.
Everybody's face is pop out suddenly.
What've they said.
What've they did.
Or everything i said&did, haunt me.
Help me.
Help me..
I need someone to catch me when i fall.
Nor when i cry myself to sleep.
So all of this stressed-feel never rip my soul off my body.
..:(

Sunday, August 24, 2014

#8

"People think a soul mate is your perfect fit, and that's what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.

A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.

A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master."

-Elizabeth Gilbert

Saturday, August 23, 2014

#7?

people put you down enough, then you start to believe it.
you start to think that it was all your fault and only yours, not anyone else. you start to think that you can never be good enough for anything and anyone. it's like every tiny pieces of a roll film start to play in your messy head. and seems like everybody blame you, in that film. you shrieking slowly, ask for someone to help you to stop that harshful pain but no one's there. you start to choose the second option: hurting yourself. through cutting, or else. and in the end, you feel empty because the pain in your body is much same as the pain in your broken heart.
pity, pity you.

Sunday, August 3, 2014

Hentikan.
Saya tak sanggup lagi menahan rindu yang terlalu lama dipendam.
Rasanya semua perasaan yang membuncah di dada menyeruak keluar.
Berganti wujud. Menjadi tetes-tetes.
Tak tahu lagi harus merasa apa.
Saya merindu.
Tak cukupkah alasan itu?

Tuesday, July 29, 2014

"Orang-orang yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakan oleh hatinya sendiri. Ia tak kuasa lagi membedakan mana yang benar-benar nyata, mana yang hasil kreasi hatinya yang sedang memendam rindu. Kejadian-kejadian kecil, cukup sudah untuk membuatnya senang. Merasa seolah-olah itu kabar baik. Padahal, saat ia tahu kalau itu hanya bualan perasaannya, maka saat itulah hatinya akan hancur berkeping-keping. Patah hati! Menuduh seseorang itu mempermainkan dirinya. Lah, siapa yang mempermainkan siapa, coba?"
-Berjuta Rasanya (2012)

Saturday, July 26, 2014

Ada lagi yang mengganjal.
Menghalangi aku berpikiran jernih, tak ijinkan aku ikhlas berbahagia. Meminta aku memikirkannya berkali-kali supaya aku terbiasa.
Lisanku tak akan pernah ungkapkan. Walau batinku berseru kencang, walau batinku meronta kebingungan. Sejuta kata batin tak akan ditutur lisan. Ia ahli membungkamkan.
Padahal aku sudah mati sepi sendiri. Aku sudah lelah berlari mengejar.
"Jangan dikejar,
Nanti kamu kelelahan."
Begitu kata-katanya.
Hanya dengan begitu aku biarkan pergi. Aku biarkan mencari sendiri. Aku tak lagi mengikuti.
Aku biarkan sendiri. Aku berharap bisa mengerti.