Dalam beberapa saat saya merasa ini tidak adil.
Saya juga merasa kesal, tapi ia tidak pernah tahu. Saya juga sering merasa sakit hati. Dikecewakan. Tapi apa dia tahu? Tidak, bahkan dia sendiri tidak tahu, bahkan dia sendiri mengabaikan perasaanku. Itu yang menyakitkanku.. yang membuatku seringkali membuatnya 'marah' karena ia sendiri mengabaikan perasaanku.
Aku bukan robot.. Aku juga manusia.
Tuesday, June 16, 2015
#20
Thursday, June 4, 2015
#19
Is it you, or is it just me arguing with myself..?
I've feel like, I'm lonelier than before.
I remember that day you were happy talked to me
Now it seems like you're not even want to reply that
I know you're tired
But so do I.
I'm way more tired than you
You don't think that you're the only one that have mood-swing
I have that too
But I do know I'm gonna be your water
For your stoned heart :)
Slowly but sure, dear
I love you way more than everything
Tuesday, June 2, 2015
#18
Perasaan ini membuncah, membuat mataku sembap karena terus-terusan berair. Aku mengingat-ingat memori lama, saat-saat menyenangkan itu. Saat aku masih hafal betul dengan sifat dan kebiasaanmu. Dengan tawa itu. Dengan senyum itu. Dengan hangat tanganmu yang mendekapku. Saat wajahmu belum sekusut engkau hari ini. Saat kita masih berbarengan mendayung di perahu yang sama.. menyenangkan rasanya. Tidak, aku sedih bukan karena saat-saat buruk kita. Aku sedih karena waktu yang menyenangkan itu terenggutkan dari kita masing-masing, karena hal itu takkan terulang lagi, karena segalanya takkan menjadi sama. Segalanya akan berubah.. meski belum kulihat ke arah manakah perubahan itu pergi. Yang aku tahu sekarang, perahu yang muat untuk berdua ini, hanya diriku sendiri yang mengisi.
Tuesday, May 26, 2015
#17
Bisakah dihentikan sejenak?
Dentang arloji itu
Detik menjadi menit
Menit berganti jam
Jam itu berbaris menjadi hari
Hentikan.. aku tak sanggup
Aku hanya ingin
Pulang ke rengkuhanmu
#16
Cukuplah engkau untuk aku, yang merasa tak ada yang bisa melengkapi separuhku
Cukuplah engkau untuk aku, yang bisa merasa sedihmu walau tanpa diucap
Cukuplah engkau untuk aku, yang belum semekar bunga sepatu itu
Cukuplah engkau untuk aku, yang merasa bahagia karna kau ada disini..
Cukuplah engkau.. untuk aku.
Friday, May 1, 2015
#15
Kau lihat aku mengais-ais di sebuah pojok kecil
Pojok kecil tempat yang bernama sanubarimu
Disitu aku menangis, menjerit, berteriak
Tuturku sudah tak sama lagi
Seperti aku yang dahulu, ya, waktu menggantiku.
Aku lihat engkau disana berdiri
Mematung tanpa tanya di bawah temaram lampu tinggi
Tatapanmu kosong, sunyi, sepi menjalar
Sikapmu bukan yang sama lagi
Seperti kamu yang dahulu, ya, waktu menggantimu.
Di depan kita hanya ada gelap yang menanti
Kulihat awan-awan itu menangis pula menukar tempat
Lampu tinggi itu hampir padam
Bayangmu hampir tak tampak
Dan mataku setengah buta, terlalu banyak air yang mengalir dari sana..
Tapi di jalan belakang kita, lihatlah sayangku.....
Dua sejoli asyik berkejaran
Dibawah sinar mentari yang bersinar terang sekali,
Mereka tertawa-tawa bercakap saling berpelukan
Tak berapa lama mereka berjalan bergandeng tangan
Airmataku yang jatuh, diam-diam..
Merahasiakan titik rindunya
Menjanjikan sebuah kata
Biarlah luka,
Akan kubawa mati
Saturday, April 25, 2015
#14
Makin lama, aku merasakan jarak mulai mengambil alih.
Iya, aku merasa, makin lama, jalan kita tak lagi beriringan. Kamu dengan duniamu yang semakin tidak aku ketahui dan aku dengan duniaku yang semakin tidak ingin kamu pedulikan.
Aku bertanya-tanya, apa mungkin karena semakin lama tali ini terikat, kesenjangan akan makin terasa?
Atau ini karena aku yang tak lagi sama?
Ataukah mungkin kamu?
Jawabannya juga masih saja alpa.
Semakin lama kamu tidak mengerti apa yang aku katakan. Apa yang aku lakukan.
Apa yang aku rasakan.
Makin lama, kurasa hatimu telah beku.
Ntah itu terbekukan sang waktu,
Atau kosong yang menjaring kita,
Atau karena cinta ini mulai menipis.
Oh Tuhan, kosong ini memakan aku.